Kamal mengetahui dari petugas mobil sampah bahwa warga kompleks seharusnya menaruh sampah di depan rumah sesuai jadwal untuk kemudian diangkut menggunakan mobil berukuran kecil. Layanan tersebut menggunakan sistem iuran.
"Katanya ada warga yang tidak mau bayar, jadi sampahnya tidak diangkut. Akhirnya dibuang saja di sini," tutur Kamal, menirukan keterangan yang ia dengar.
Ia juga menyebut sejumlah tempat pembuangan sementara, termasuk yang berada di dekat SMK 3, telah dibongkar. Kondisi itu membuat sebagian warga diduga memilih membuang sampah di pinggir Jalan Budi Utomo.
Selain itu, ada warga yang mengira sampah di lokasi tersebut akan ikut diangkut karena mobil sampah kerap melintas di jalan besar. Padahal, menurut Kamal, ruas jalan itu bukan bagian dari wilayah pelayanan mobil tersebut.
Sementara itu, Ummu menjelaskan mobil sampah memang setiap hari melintas di jalan besar dan mengambil sampah dari sejumlah toko. Namun, layanan tersebut tidak menjangkau sebagian lorong di kawasan permukiman.
