Pun di negeri kita, akses pendidikan yang belum merata bukanlah cerita baru di Indonesia. Terlebih dengan kondisi daerah yang terpisah-pisah oleh kepulauan, tantangan dunia pendidikan semakin bertambah runyam.

Menyalakan cahaya di tengah gelapnya akses pendidikan bukanlah perkara mudah. Segudang problem mulai dari kurangnya tenaga pendidik, minimnya fasilitas pendukung, ketiadaan fasilitas internet yang memadai, biaya keluarga yang pas-pasan dan berbagai hal lainnya menjadi penghambat nyata dunia pendidikan kita.

Belum lagi jika kita berbicara pendidikan sebagai pelita cita-cita. Tak jarang anak-anak terpaksa kehilangan cita-citanya karna pendidikan yang belum tuntas, terpaksa bekerja sebelum waktunya, atau terpaksa bekerja dengan modal pendidikan yang seadanya. Alhasil kualitas angkatan kerja kita pun makin minim daya saing.

Menyalakan “Nur” Pendidikan

Problem pendidikan yang berat tidak bisa didiamkan begitu saja, harus ada yang bekerja untuk menyalakan “Nur” pendidikan, sehingga gelapnya akses pendidikan tadi bisa lambat laun menjadi terang benderang. Syukurlah, beberapa waktu belakangan ada kerja-kerja konkret dari para pemangku suara rakyat.