Baca juga: Ribuan Rumah di Buteng Diusulkan untuk Dibedah
Baca juga: 24 Pegawai Positif COVID-19 Satu Meninggal, Pemkot Makassar Lockdown
"Pokoknya di kedalaman 30 meter karang itu sudah rusak akibat tertimbun lumpur. Aktivitas pertambangan ini sangat berpengaruh sekali dengan mata pencaharian kami sebagai nelayan dan itu sangat dirasakan oleh nelayan masyarakat," jelasnya.
Senada dengan itu, kata Herman yang juga salah seorang nelayan setempat, akibat pembangunan Jetty di Tanjung Watulaki dan aktivitas pertambangan di sekitar perairan Lambai menyebabkan mereka terpaksa melaut untuk mencari ikan hingga di perairan Kabupaten Bone.
"Dulunya hanya jarak 100 meter dari bibir pantai ketika kami melaut, kami sudah bisa mendapatkan ikan. Tapi sekarang sudah tidak bisa karena sudah tertimbun lumpur. Jangankan 100 meter, 2 kilometer dari bibir pantai saja karang sudah tertimbun," tukasnya.
