"Memang semua kita, termasuk Bapak Presiden dan Bapak Wapres sepakat kita sudah rindu untuk kembali kepada

rumah ibadah masing-masing. Dan ingin kita revitalisasi fungsi rumah ibadah dalam tatanan normal baru ini," ujarnya.

Alasan lainnya adalah agar masyarakat bisa meningkatkan ibadah secara spiritual dalam menghadapi pandemi.

Pembukaan rumah ibadah juga disebut sebagai hadiah bagi daerah yang berhasil menangani COVID-19.

"Ke empat, memberikan reward kepada daerah yang telah berhasil menekan angka penularan COVID-19. Jadi yang sudah bisa berhasil memang kita kasih reward. Ke lima, memberi ketenangan batin kepada seluruh rakyat Indonesia yang pada dasarnya sangat agamis," kata Fachrul.