"Selasa kemarin, kapal dilarang berlayar karena kecepatan angin mencapai 21 knot. Namun sekarang sudah diizinkan, karena kecepatan anginnya sudah berkurang meskipun masih ada gelombang laut," ungkap Kepala Syahbandar Binongko, Askarim, Kamis (1/6/2023).
Meskipun cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang terjadi akhir-akhir ini di perairan Wakatobi. Tak mengurungkan niat beberapa warga untuk tetap melakukan perjalanan laut.
Menurut penuturan salah satu penumpang KM Fungka, Rahmatia, tetap melakukan perjalanan meskipun gelombang tinggi yang terjadi di perairan Wakatobi.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Buat Rusak 324 Rumah di Kota Kendari
"Selama kapal diizinkan berlayar, saya berani ikut berlayar. Meskipun terjadi gelombang laut cukup tinggi," ungkapnya.
