"Untuk lapak baca selanjutnya, kami masih mendiskusikan lokasinya, bisa jadi di tempat-tempat umum yang lainnya di mana kita melihat kondisi di sekitarnya apakah banyak orang yang datang, supaya lapak baca ini juga dapat menarik minat masyarakat untuk membaca," tambahnya.
Salah seorang pengunjung, Ardianto dengan lugas mengatakan bahwa minat baca, terutama pada generasi muda semakin merosot.
"Bisa dibilang sekarang itu hanya nol koma sekian persen anak muda yang masih mau membaca buku, semuanya sibuk dengan smartphone masing-masing. Syukur-syukur itu kalau mereka baca yang adaji manfaatnya, jarang sekali sekarang yang sepert itu," ujar mahasiswa UHO tersebut saat berkunjung di lapak baca.
Pengunjung lainnya, Agung Putra mengatakan, tidak dapat dipungkiri media teknologi yang semakin hari semakin canggih, mampu mengikis sedikit demi sedikit minat baca.
"Sebenarnya menurut saya pribadi, bukan hanya anak muda milenial yang semakin hari semakin malas berhadapan dengan buku-buku, apa lagi buku-buku yang bisa dibilang berat dalam hal pembahasan," jelasnya.
