Baca Juga: Akibat Mobil Antrian BBM, Pedagang Kaki Lima Dirugikan

"Saya pribadipun terkadang berpikir seperti misalnya, ah adaji di google ini, kenapa saya mau repot-repot pergi lagi cari di buku. Tapi sebenarnya pikiran-pikiran seperti itu yang bisa saja membuat kita semakin terbiasa untuk tidak bersentuhan langsung dengan buku," tambahnya.

Sementara itu, dari pantauan Telisik.id, pengunjung lapak baca tersebut tampak sepi. Hal tersebut menunjukkan kurangnya minat baca masyarakat terkhusus di Kota Kendari.

Untuk diketahui, buku yang disediakan sekitar 89 buku, yang mana buku-bukunya terkait perlindungan konsumen sektor jasa keuangan, kemudian ada tata cara menabung bagi masyarakat dan ada juga bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga dan masih banyak lagi yang terkait dengan bagaimana cara meningkatkan literasi keuangan di Sultra. (A)

Reporter: Andi Irna Fitriani