Ia berharap dengan mengintervensi terkait dengan isu-isu infrastruktur maupun konektifitas, daerah-daerah yang masih terisolir dan jauh dari pusat pelayanan, angka kemiskinan akan berkurang.
"Dengan terbukanya jalur logistik itu masyarakat bisa mengakses pusat-pusat pelayanan, paling tidak angka kemiskinan itu turun dengan adanya pembangunan jalan bisa menghubungkan pusat-pusat pendidikan, masyarakat bisa mengakses sekolah dengan baik," ungkapnya.
Sementara Kabid Perencanaan Bappeda Sulawesi Tenggara, Muhammad Syukril mengatakan, Rakotekrembang membahas indikator makro yakni kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pengangguran terbuka.
Syukril mengatakan, dalam pembahasan diminta masing-masing kabupaten mengusulkan program yang kira-kira bisa menjadi prioritas untuk dikerjakan oleh provinsi tahun 2025.
Baca Juga: Pemkab Kolaka Utara Klaim Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Angka Kemiskinan Menurun
