Air liur itu harus dari perempuan muda, karena semakin bertambahnya usia manusia, mikroorganisme mereka akan berubah menjadi aroma yang kurang sedap dan tidak akan menghasilkan kuah beras berkualitas.
Tetapi sekarang pembuatan sake sudah tidak menggunakan cara seperti itu lagi, karena sudah ada jamur koji yang menggantikan air liur perempuan muda.
Baca Juga: Ternyata Negara Ini Anggap Bahasa Indonesia Penting, Dipelajari Sejak SD
Dilansir dari xpats.com, menurut para sejarawan, sake telah muncul sejak zaman dahulu kala sekitar abad 3 SM dibawa dari daratan Tiongkok. Sake dibuat sebagai minuman pelengkap saat acara-acara tertentu agar suasana acara tersebut dapat tercipta dengan sempurna.
Awalnya, sake dibuat dengan campuran beras, air dan enzim koji pada lingkungan dan kondisi alam dengan suhu dan kelembaban yang tepat agar tercipta minuman yang unik. Beras yang digunakan bukan sembarang beras, melainkan beras yang telah dikunyah yang kemudian dicampurkan dengan enzim koji.
