Baca Juga: Ilmuwan China Ciptakan Teknologi Kamuflase, Bisa Bikin Invisible Kayak Bunglon

Satelit kedua, yang dilengkapi instrumen pengamat korona, akan bekerja sama dengan satelit pertama untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan pengamatan detail terhadap korona Matahari.

Setelah diluncurkan dari Satish Dhawan Space Centre, India pada pukul 16.08 waktu setempat (18.38 WIB), kedua satelit akan menempuh perjalanan selama empat bulan untuk mencapai orbit elips dengan jarak terdekat ke Bumi sekitar 595 km dan terjauh lebih dari 59.545 km.

Selama dua tahun misi, kedua satelit akan melakukan manuver formasi selama enam jam pada setiap orbitnya yang berlangsung selama 19,7 jam. Dengan demikian, Proba-3 diperkirakan dapat menciptakan hingga 50 gerhana buatan per tahun, masing-masing dengan durasi enam jam.

Salah satu tujuan utama dari pengamatan korona Matahari selama gerhana buatan ini adalah untuk mengungkap misteri mengapa suhu korona jauh lebih tinggi daripada permukaan Matahari.