Dengan suhu yang dapat melebihi 1 juta derajat Celsius, korona jauh lebih panas daripada permukaan Matahari yang hanya sekitar 5.500 derajat Celsius.

Data yang diperoleh dari Proba-3 akan sangat berguna bagi para ilmuwan untuk memahami fenomena cuaca Matahari seperti coronal mass ejections dan badai Matahari yang dapat mengganggu satelit, jaringan listrik, dan komunikasi di Bumi.

Selain mengamati korona Matahari, misi Proba-3 juga berfungsi sebagai uji coba teknologi masa depan. ESA berencana menggunakan manuver yang dikembangkan dalam misi ini untuk misi penyelamatan satelit atau pembersihan puing-puing di orbit di masa mendatang.

"Ini adalah eksperimen di luar angkasa untuk menunjukkan konsep baru, teknologi baru," kata Damien Galano, manajer proyek Proba di ESA, mengutip The Guardian, Minggu (12/1/2025).

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Samudra Baru, Ini Lokasinya