Hasil olah TKP mengungkapkan marka lubang pada kaca jendela kamar Lt-II dengan diameter 13,66 mm. Kejanggalan terlihat pada pecahan kaca yang membentuk pola lingkaran, menandakan serangan berasal dari dalam dan bukan senjata api.

Penelitian laboratorium menyatakan, marka lubang tersebut tidak mengandung residu mesiu atau bahan peledak. Pengukuran diameter kelereng kaca yang ditemukan mencapai 15,40 mm, menguatkan dugaan jika serangan ini dilakukan dengan benda keras.

Baca Juga: Kronologis Terbakarnya Rumah Kos Milik Mantan Bupati Buton Utara Abu Hasan

Sebelumnya, diberitakan Telisik.id pada awal kejadian, kabar penembakan menggunakan senjata api menghebohkan warga setempat. Namun, temuan fakta baru membantah asumsi ini, menggiring penyelidikan ke arah motif dan pelaku yang lebih kompleks.

Pesan berantai dan gambar jendela retak, melalui aplikasi WhatsApp memicu kecurigaan di masyarakat. Namun, laporan keluarga Fajar Hasan menunjukkan anaknya, A, menemukan kerusakan tersebut saat bangun tidur. Keluarga segera melaporkan insiden ini kepada pihak berwajib. (B)