Bahkan jika ada yang kembali, mereka akan kembali dalam keadaan linglung, gila, atau mengalami amnesia. Kisah seram ini telah menyebar luas dan menimbulkan ketakutan yang mencekam di kalangan warga.

Cerita tentang lampor semakin mengakar ketika disertai dengan kepercayaan bahwa angin kencang yang datang dari Laut Selatan adalah pertanda kedatangan pasukan Nyi Blorong, di mana lampor adalah salah satu anggotanya.

Ketika angin ini mulai berhembus, warga akan segera membuat suara gaduh dengan memukul kentungan atau membuat bunyi-bunyian lainnya.

Hal ini dilakukan dengan tujuan agar lampor tidak menyerang kawasan tempat tinggal mereka. Suara-suara tersebut dipercaya bisa mengusir lampor dan mencegah terjadinya malapetaka.

Kepercayaan tentang lampor ini juga dimanfaatkan oleh orang tua untuk menakut-nakuti anak-anak mereka. Anak-anak dilarang untuk bermain di luar rumah pada malam hari karena mereka bisa diambil oleh lampor.