Kondisi semakin terpuruk dan Uday merasa putus asa. Setelah mengalami kegagalan dalam usaha pesugihan yang ditawarkan oleh seorang perantara, Uday merasa tidak ada pilihan lain.
Pada tahun 1998, di tengah krisis moneter yang melanda Indonesia, ia diperkenalkan kepada seorang juru kunci yang mengarahkannya ke tempat yang diyakini bisa memberikan solusi bagi masalahnya. Tempat tersebut terletak di selatan Garut, di mana air asin dan air tawar bertemu di sebuah muara.
Di sana, Uday bertemu dengan makhluk gaib yang kemudian memberitahunya bahwa calon istrinya adalah siluman ular yang bisa membantunya keluar dari jeratan utang. Meski merasa ragu, Uday tetap melanjutkan niatnya.
“Saat itu, saya sudah terdesak dan tidak tahu lagi harus bagaimana,” ungkap Uday.
