Tau bonto menjadi pusat pemerintahan pada zaman kekuasaan Mokole, gelar raja di wilayah Moronene pada masa lalu. Pada masa pemerintahan Swapraja Buton pasca kemerdekaan, wilayah kekuasaan Mokole berubah menjadi wilayah distrik dan selanjutnya menjadi kecamatan.

Secara sejarah, wilayah Moronene berada di daratan besar jazirah Sulawesi Tenggara dan mencakup sebagian Kecamatan Watubangga di Kabupaten Kolaka sekarang. Namun, yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Buton (waktu itu) hanya Kecamatan Poleang dan Kecamatan Rumbia. Seiring waktu, wilayah ini berkembang menjadi empat kecamatan dengan tambahan Poleang Timur dan Rarowatu.
Sebelumnya, Pj Bupati Bombana, Burhanuddin, menilai bahwa Festival Tangkeno dapat memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi ekonomi, sosial, dan budaya di tengah upaya pemulihan ekonomi masyarakat.
Festival Tangkeno telah menjadi even wisata tahunan tingkat provinsi dan nasional. Burhanuddin menjelaskan bahwa festival ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai dan keunikan tradisi budaya otentik masyarakat Tangkeno, yang dikenal sebagai Desa Wisata Negeri di Awan.
