Baca Juga: Peti Mayat Berusia Ratusan Tahun Kembali Ditemukan dalam Gua di Kolaka Utara
"Petinya biasa-biasa saja, tidak ada ragam hias atau corak tertentu. Beda jauh dengan Soronga Tanggalasi," ujarnya.
Berdasarkan motif dan ragam hias yang terdapat di bagian peti Tanggalasi, dapat disimpulkan jika yang menggunakan soronga tersebut seorang mokole (raja) atau turunan mokole (anakia). Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui mokole siapa yang disorongakan di tempat itu.
Menurut Kepala UPTD Taman Budaya Museum Sulawesi Tenggara, La Udin, pihaknya kerap melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mencari tahu makna di balik motif atau ragam hias yang tertera di bagian Soronga Tanggalasi.
Saat bertandang ke Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara pun, pihaknya tidak lupa menggali informasi kepada guru sejarah, antropolog dan tokoh masyarakat terkait peti mayat itu untuk mencari data akurat. Namun, sampai sekarang belum mendapatkan data-data akurat tentang soronga itu.
