"Kami berencana membentuk tim lagi untuk mencari data akurat tentang soronga itu di wilayah Kolaka Utara sebagai informasi tambahan yang telah dihimpun sebelumnya," bebernya.

Berdasarkan motif dan ragam hias soronga, Kepala UPTD Taman Budaya Museum Sulawesi Tenggara yakin peti mayat yang ditemukan di Kabupaten Kolaka Utara tersebut digunakan seorang bangsawan (mokole).

Baca Juga: Peti Mayat Berusia 400 Tahun Asal Kolaka Utara Masih Tersimpan Utuh di Museum Sulawesi Tenggara

"Motif dan ragam hias soronga tersebut sangat bagus, karena itu dapat disimpulkan peti mayat itu digunakan seorang bangsawan (mokole)," simpulnya.

Diketahui, soronga (peti mayat) yang ditemukan di Desa Lelewawo, Kecamatan Batu Putih, memiliki tinggi 75 cm, panjang 450 cm dan berdiameter 51 cm berbentuk empat persegi. Pada bagian badan terdapat ragam hias bentuk tumpal, spiral, belah ketupat, dan geometris.