Hal tersebut juga yang membuat Wayan akhirnya terpancing untuk mengulik agama Islam. Ia bahkan pernah diam-diam meminjam kitab tafsir Al-quran milik salah seorang teman sekolahnya demi menyuapi rasa penasarannya.
Sebelum masuk Islam, Wayan sudah hafal beberapa surah dalam Al-quran. Surah pertama yang ia hafal dan yakini bukanlah Al-Fatihah, melainkan Al-Ikhlas yang bermakna tentang keesaan Allah.
"Enam tahun saya belajar Islam, kayak orang gila dek, sampai saya belajar puasa,” ujarnya.
Enam tahun kemudian, pintu hidayah Allah SWT dibukakan melalui sebuah mimpi. Wayan bermimpi dirinya sedang salat di atas batu persegi panjang yang pinggirannya berwarna putih kecoklatan, tapi di situ ada air bah yang siap menyapunya dari depan maupun belakang. Ia berpikir akan mati dalam mimpi tersebut, namun ada sebuah suara yang mengatakan "Kamu tidak akan mati, karena kamu akan masuk Islam."
Ia juga mengaku pernah bertemu Nabi Muhammad SAW dalam mimpinya, namun tak melihat rupanya seperti apa.
