“Dalam mimpi itu Nabi Muhammad hanya bilang, kamu baru seumur jagung. Saya nda tau maksud seumur jagung itu apa, dan dalam mimpi itu juga saya masuk Islam, padahal aslinya belum,” jelasnya.
Wayan akhirnya memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang muslim di tahun 1993. Pasca masuk Islam, Wayan rindu dan ingin bertemu kembali dengan Nabi Muhammad dalam mimpinya.
Saking rindunya, ia bertekad berangkat ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji dengan bekal seadanya. Ada doa yang ia panjatkan di tanah suci dan selalu ia jaga sampai sekarang.
“Ya Allah, ambil semua apa yang bukan menjadi hakku, tapi jangan ambil hidayah yang ada dalam hatiku. Hidupkan dan matikan aku dalam keadaan Islam,” rintih Wayan.
Pasca memeluk Islam memang bukan kehidupan yang mudah harus dijalaninya, mulai dari ekonomi yang sulit, cacian dari pihak keluarga dan orang-orang terdekat, hingga kampung halaman yang harus ia tinggalkan.
