Sebagai lelaki tentu harga dirinya merasa terhina, juga sebagai manusia ia merasa tertinggal dan tak punya jalan keluar atas masalah hidupnya.
Setelah pergumulan batin yang berantakan dan hati yang kacau, suatu malam ia bermimpi dirinya sudah mati dan berada di tempat yang gelap gulita, tak terlihat barang benda setitik pun.
Di mimpi tersebut ada sesosok yang menarik tangannya sambil terdengar suara takbir, hingga ia menuju tempat yang terang.
Bangun dari mimpi, ia sadar hal tersebut adalah sebuah jalan dan hidayahnya menuju Islam. Sejak saat itu, ia pun belajar Islam, berdoa dan berperilaku seperti seorang muslim.
Islam menurutnya adalah agama yang paling masuk akal, dan menjadi seorang muslim membuatnya sadar bahwa selalu ada jawaban atas setiap doa.
