Untuk itu, identitas kebangsaan Indonesia tidak hanya dibangun pada satu suku, ras, bahasa, dan agama tertentu, melainkan gagasan atas hidup merdeka dan menghapuskan ketertiban dunia.
Sehingga, ia meminta kepada seluruh tokoh masyarakat untuk melawan berbagai isu yang kerap terjadi, terlebih pada isu hoaks, ujaran kebencian, politik identitas propaganda SARA.
"Masyarakat tidak boleh termakan oleh berita hoaks, maka dari itu masyarakat harus selektif dalam menerima dan berikan informasi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Muna Barat, Hamse mengatakan, Muna Barat ialah salah satu miniatur Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan budaya, terlebih pada pemilu mendatang berbeda dengan pemilu sebelumnya, di mana pelaksanaannya secara serentak, baik pemilihan legislatif, presiden, DPD, serta pilkada.
"Sehingga dibutuhkan peran tokoh agama, masyarakat, dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2024, yang gencarnya berbagai isu yang harus ditangkal bersama," ungkapnya.
