KUPANG, TELISIK.ID - Petani di Provinsi Nusa Tenggara Timur diminta untuk tidak terburu-buru menanam pada tahun 2022 ini. Pasalnya, musim hujan yang merata baru akan terjadi pada pertengahan November mendatang.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Kupang, Rahmatullah Adji menjelaskan, sesuai analisis curah hujan, pada akhir Oktober dan awal November sudah terjadi curah hujan dengan kategori rendah, menengah dan tinggi, seperti di sekitar wilayah Labuan bajo, Ruteng, Borong atau Flores bagian barat, serta Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bahkan telah mengalami curah hujan dalam kategori menengah antara 100-150.
Selanjutnya untuk wilayah Rote Ndao, Sabu Raijua dan Timor khusus di Ebelo, Kabupaten Kupang, juga terjadi hari tanpa hujan (HTH) yang masuk dalam kategori panjang. Sehingga bisa dikatakan, curah hujan ini belum merata dan belum dikategorikan masuk dalam musim penghujan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Gempa Bumi Sumatera Utara 58 Kali, Korban Meninggal Dunia Jatuh dari Lantai 2
Prediksi Nusa Tenggara Timur memasuki musim penghujan, dihitung curah hujan yang terjadi dalam sebulan, atau dalam perhitungan curah hujan setiap dasarian atau dalam 10 hari dengan hasilnya 50 mm/dasarian.
