Tokoh pemikir Muhammadiyah yang moderat dan toleran ini juga merupakan seorang wakil sekretaris Agama Kontra Terorisme dan sekretaris Dewan Nasional Intelektual Muslim Indonesia. Bahkan nama Abdul Mu'ti diumumkan masuk ke dalam 200 daftar mubalig "Mubalig Indonesia" yang direkomendasikan Kementerian Agama pada Jumat 18 Mei 2018 lalu.
Abdul Mu'ti juga menorehkan prestasi di kancah internasional sebagai salah satu Advisor di British Council London sejak 2006. Selain aktif menempati posisi strategis di PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti juga aktif menulis buku dan berbagai macam opini di media.
Merujuk isu reshuffle kabinet yang tengah hangat diberitakan, menurut pengakuan Abdul Mu'ti, meski dinilai merupakan sosok tepat untuk menggerakkan perbaikan pendidikan di Indonesia, beliau tak ingin berandai-andai. Sebab penunjukkan posisi menteri merupakan hak prerogatif presiden.
"Menteri itu hak prerogatif Pak Presiden, saya tidak mau berandai-andai," imbuhnya.
Itulah profil Abdul Muti yang masuk dalam bursa calon menteri baru Kabinet Indonesia Maju dalam isu reshuffle kabinet. (C)
