“Kalau menggunakan KTP untuk bisa mencoblos menunggu jam 12 siang,” terangnya.
Diungkapkan oleh warga sedap Malam Surabaya ini, dengan dihilangkannya nama dirinya dan keluarga, pihaknya menganggap merasa dipermainkan oleh penyelenggara pemilu.
”Apa ini dampak saya yang terang-terangan mendukung salah satu calon lawan Paslon yang didukung penguasa, dengan memasang balihonya di depan rumah. Kami akan adukan protes ini secara resmi,” tandasnya. (B)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
Editor: Haerani Hambali
