Dilansir dari Livesceince.com, NASA menandai objek luar angkasa yang berada dalam jarak 120 juta mil (193 juta km) dari Bumi sebagai "objek dekat Bumi" dan mengklasifikasikan benda besar apa pun dalam jarak 4,65 juta mil (7,5 juta km) sebagai "berpotensi berbahaya." 

Setelah ditandai, potensi ancaman ini diawasi dengan ketat oleh para astronom, yang mempelajarinya dengan radar untuk mencari tanda-tanda penyimpangan dari lintasan prediksi mereka yang dapat menempatkan mereka pada jalur tabrakan yang menghancurkan dengan Bumi. 

Baca Juga: Jeffrey Dahmer Diklaim Bukan Psikopat Walau Habisi Nyawa 17 Orang, Satu Hal Ini Jadi Pemicunya

Direktur Institut Teknologi dan Industri Antariksa, Profesor Alan Duffy mengimbau masyarakat untuk tidak melihat fenomena asteroid yang memasuki atmosfer Bumi.

"Orang-orang melihat bola api menyala di langit sebelum meletus dan memancarkan kecerahan yang sama seperti Matahari. Banyak cedera dilaporkan di Chelyabinsk (insiden meteor di Rusia pada 2013). Hal ini menyebabkan kerusakan pada retina mata, membuat orang tidak bisa melihat dengan baik," katanya. (C)