Aris juga mengatakan, ia tidak ingin bersaing dengan tukang ojek yang lain, tujuannya hanya mencari rezeki. Di pangkalan ojek, biasanya mereka secara tertib dan sabar mengantre menunggu giliran mengangkut penumpang. Solidaritas mereka terbilang solid, sejak pagi hingga malam.

Tukang ojek lain, Adit, juga merasakan makin sulitnya mendapatkan penumpang sejak ada ojek online. Pendapatannya menurun drastis, sehingga banyak dari teman-teman ojeknya harus undur diri mencari pekerjaan yang lain.

"Iya, sebelumnya banyak sekali ini yang mangkal di sini. Tapi sekarang tinggal sedikit, ada mi sebagian cari pekerjaan yang lain. Dulu bisa sampai seratus orang yang mangkal, sekarang tinggal 30-an," ujarnya.

Baca Juga: Penjual Nasi Bungkus di Kendari Mampu Kuliahkan 4 Anaknya

Mereka mengakui, sebagian penumpang ojek memilih menggunakan ojek online karena kemudahan yang diperoleh saat ini, yakni ojeknya yang mendatangi penumpang, bukan sebaliknya.