Tentu sangat berbahaya apabila nasionalisme gagal merealisasikan janji-janji tersebut, karena anasir-anasir etno nasionalistik dan religi nasionalistik akan menguat Kembali, membuat bangsa Indonesia Kembali terfragmentasi.
Fragmentasi Etnik dan Religi
Ruang yang dapat membuat bangunan fragmentasi itu terwujud saat ini dapat masuk melalui empat instrumen, yaitu Brain Drain, Proxy War, Neocortical Warfare dan Cyber Warfare.
Brain drain atau human capital flight adalah sebuah konsep untuk melemahkan lawan dengan mengambil Sumber Daya Manusia mereka yang unggul.
Proxy War, yaitu adalah perang terselubung di mana salah satu pihak menggunakan orang lain atau pihak ketiga untuk menyerang musuh. Adapun pihak ketiga (proxy) yang digunakan, bisa orang yang memang dari negara ketiga diluar negara yang berseteru, tapi bisa juga menggunakan berbagai instrumen organisasi baik itu berupa Ormas, Parpol, dan lain sebagainya, atau masyarakat perorangan yang semuanya adalah warga negara dari lawan itu sendiri.
