Namun dalam konteks Indonesia saat ini, meski pemenang politik demokrasi itu adalah elemen yang mengusung semangat nasionalisme dalam rencana program kerja politiknya, tetapi yang dapat peran signifikan adalah elemen yang justru program kerja politik dan ekonomi tersegmentasi pada kelompok elitnya semata, bukan untuk masyarakat Indonesia keseluruhannya.

Tentu ini sebuah ironi yang tak sehat dalam sebuah negara demokrasi yang berdasarkan Pancasila.

Makna Nasionalisme

Esensi pemikiran Bung Karno dalam seluruh gerak nafas perjuangannya berdiri atas tiga hal secara substansi, yaitu Merdeka, Memerdekakan dan Kemerdekaan (Eros Djarot).

Karena itu, jika dalam Indonesia merdeka ini, ketiga hal tersebut, belum merata dapat dinikmati dan dirasakan oleh segenap bangsa Indonesia, maka tagline bahwa “revolusi belum selesai” menemukan tugas yang harus dilakukan oleh para nasionalis.