Melansir TheStar.com, pada akhir Desember tahun lalu, para komandan dan kepala staf tiga matra menerima email dari markas besar Angkatan Bersenjata Swiss yang memerintahkan agar seluruh personel, termasuk masyarakat yang sedang wajib militer, beralih menggunakan Threema.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Angkatan Bersenjata Swiss, Daniel Reist, tentara Swiss akan menanggung biaya US$ 4,35 atau Rp 62 ribu untuk mengunduh Threema yang sudah digunakan kementerian/lembaga di negara netral tersebut.

Baca Juga: Ada Festival Telanjang di Jepang, Pesertanya Sampai 10 Ribu Orang

"Penggunaan aplikasi pesan instan muncul selama operasi militer nonperang untuk mendukung rumah sakit dan program vaksinasi dalam mengendalikan pandemi COVID-19. Mulai sekarang, seluruh pasukan wajib menggunakan Threema untuk menghindari kebocoran data," ungkapnya.

Dilansir Viva.co.id, Threema mengklaim telah mengantongi 10 juta pengguna. Mereka juga mengaku sebagai aplikasi pesan instan yang dirancang untuk menghasilkan data pengguna sedikit mungkin.