KENDARI, TELISIK.ID - Sejak dahulu, pesona keindahan Teluk Kendari menjadi daya tarik tersendiri di kalangan tourist dan para pelancong.

Kondisi tersebut membuat kawasan ini sangat sesuai untuk dijadikan sebagai ikon wisata Kota Kendari. Geliat pembangunan pun masif dilakukan. Pembangunan Masjid Al-Alam, jembatan Teluk Kendari, kebun mangrove dan tempat tempat wisata lainnya terus didirikan.

Teluk Kendari pun sudah menjadi kawasan destinasi wisata terbesar di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Namun di balik percepatan geliat pertumbuhan ekonomi, ada nestapa bagi Teluk Kendari. Kawasan teluk mengalami degradasi kualitas lingkungan. Pendangkalan oleh gejala sedimentasi. Suatu pengendapan material yang dibawa oleh air, angin serta juga gletser.

Pemerhati lingkungan, Dr. La Baco Sudia, yang juga staf pengajar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO mengatakan, sedimentasi yang masif terjadi di Teluk Kendari berasal dari muara lebih dari 10 sungai yang tersebar di berbagai daerah, diantaranya Sungai Wanggu dan Sungai Kambu.