Seberapa banyak tumpahan atau ceceran material pada saat dilakukan penimbunan belum diketahui pasti, karena hingga saat ini belum ada penelitian akademik tentang hal tersebut. Dampak tidak langsung pembangunan Masjid Al-Alam adalah berkurangnya luas tampungan Teluk Kendari sehingga kemampuan teluk untuk menampung sedimen akan berkurang.

"Walaupun belum ada hasil penelitian akademik tentang hal ini, namun sudah dapat diduga bahwa pengaruh pembangunan fasilitas umum tersebut akan memberikan dampak terhadap peningkatan laju pendangkan Teluk Kendari sebesar luas kawasan yang terbangun," ujarnya.

Sedimentasi Teluk Kendari, lanjut dia, berasal dari seluruh proses atau aktivitas yang terjadi di DAS Wanggu DS. Aktivitas tersebut antara lain aktivitas pertanian khususnya lahan kering yang tidak menerapkan konservasi tanah dan air, alih fungsi hutan yang menyebabkan peningkatan tutupan vegetasi hutan.

Begitu juga dengan aktivitas pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan perumahan yang melakukan proses cut gunung/bukit and fill lembah, penambangan galian C khususnya tanah urug dan reklamasi Teluk Kendari untuk kepentingan pembangunan fasilitas publik.

Menurut La Baco, ada banyak tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau menghambat laju sedimentasi, diantaranya dengan melakukan pengawasan ketat terhadap penambangan tanah urug, serta distribusinya untuk mengurangi ceceran tanah urug waktu didistribusikan.