Semoga dengan pendaftaran yang telah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad-hoc (SIAKBA) hasil jauh lebih terukur dan tidak ada lagi lobi dari para calon peserta pemilu karena semua sudah berbasis online.
Isu ketiga yang harus diantisipasi oleh kawan-kawan KPU se-Sultra adalah akurasi daftar pemilih tetap. Harapan kami tidak ada lagi masalah dalam data pemilih baik data ganda, data pemilih yang sudah meninggal ataupun data pemilih yang berpindah domisili, sehingga tidak ada lagi perbedaan antara data yang dimilik oleh Capil dan data KPU.
Baca Juga: Menerka Jumlah Pasangan Calon di Pilpres 2024
Sosialisasi yang dilakukan KPU dengan mengemas kegiatan dalam bentuk ngopi (ngobrol pintar pemilu) cukup menarik dan mendapatkan antusias peserta untuk hadir dan bertanya.
Ada beberapa pertanyaan yang muncul dalam kegiatan 'Ngopi Ala KPU', diantaranya mempertanyakan komitmen KPU untuk menghadirkan ruang bagi pemilih untuk mengenal lebih dekat para calon wakil rakyatnya dengan memberikan panggung kepada para calon wakil rakyat untuk menyampaikan program dan ide inovatif, yang akan dijalankan jika terpilih menjadi anggota dewan.
