“Saat itu, Bang Akbar Tandjung sangat getol dalam memperjuangkan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional. Bahkan dirinya berinisiatif membuat buku biografi Lafran Pane, dan film biopik ini,” jelas Ahmad Doli Kurnia yang turut serta dalam nobar film Lafran di Kendari, Senin (3/6/2024).
Ahmad Doli menambahkan, film Lafran dibuat selama tujuh tahun dengan melibatkan empat generasi. Oleh karenanya, proses pembuatan film ini dapat dimaknai sebagai proses kaderisasi.
Ketua Komisi II DPR RI ini juga menjelaskan, film tersebut berperan sebagai sarana pembelajaran dan pembangkit semangat bagi para anggota HMI, baik yang berada Badan Koordinasi (Badko) HMI maupun di cabang.
Selain itu, dengan adanya film ini, para anggota HMI bisa melihat bahwa organisasi ini tidak dibuat dengan mudah, tetapi dengan keringat, darah, dan perjuangan.
