Bahkan, para pendiri HMI juga ditempa serangan fitnah, kemudian organisasi sedikit demi sedikit mulai berkembang karena dedikasi Lafran Pane yang disertai keikhlasan.
Ahmad Doli juga menyebut, film ini bukan hanya menceritakan tentang organisasi HMI, tetapi juga menceritakan kisah perjuangan bangsa Indonesia, sehingga film ini harus dilepas ke publik, agar menjadi milik rakyat Indonesia.
“Kota Kendari menjadi kota ke-8 yang saya kunjungi. Alhamdulillah Kota Kendari menjadi salah satu kota yang paling banyak penontonnya yakni 1.500 penonton,” tuturnya.
Ahmad Doli menyampaikan, target penonton dari film ini yakni 35 ribu penonton sebelum 20 Juni 2024, sehingga setiap kota ditargetkan menarik 1.000 penonton. MN KAHMI juga memasang target jumlah penonton setelah 20 Juni 2024 sebanyak 1,5 juta penonton.
Target 35 ribu penonton sebelum 20 Juni tersebut karena MN KAHMI ingin menciptakan rekor jumlah penonton, sebelum film resmi go public.
