"Film tersebut belum sempurna karena mungkin masih pertama penayangan sehingga tidak seluruhnya menayangkan bagaimana perjalanan HMI. Tetapi dengan penayangan ini justru merefleksikan kembali bagaimana perjuangan para pendiri HMI khususnya Lafran Pane," kata Inal.
Ia juga melihat bagaiman kegigihan perjuangan Lafran Pane di tengah desakan para penjajah waktu itu, dan Lafran Pane masih berdiri pada sikap yang kokoh untuk menjalankan apa yang menjadi visi misinya mendirikan HMI.
Baca Juga: Rekomendasi Film Horor dan Sci-Fi hingga Drama Percintaan Terbaik Tayang di Bioskop Kendari
"Film Lafran ditayangkan mulai dari Lafran Pane berusia anak-anak mengenyam pendidikan SD sampai masuk ke perguruan tinggi," ungkap Inal Pram.
Sebelumnya ditemui di Jakarta, salah satu Eksekutif Produser film Lafran, M Arief Rosyid Hasan menyampaikan ucapan senang dan apresiasi terhadap kader HMI, Kohati dan keluarga besar HMI maupun KAHMI di Sulawesi Tenggara.
