Semua bisa membayangkan Ponpes yang jumlah santrinya sampai belasan ribu, membutuhkan perhatian serius.
"Bisa dibayangkan bagaimana mengelola dan mengawasi sekian banyak santri, ini tentu bukan hal yang mudah. Tentu, pesantren telah membuat skema, manajemen dan lain sebagainya," tutur Kiai Salam, yang juga Wakil Ketua PW NU Jawa Timur.
Para kiai dan ulama pesantren di PWNU Jawa Timur sambungnya, khususnya pengasuh Ponpes berharap, di masa yang akan datang, pesantren bisa lebih dikelola dengan baik sehingga peristiwa yang menyedihkan ini bisa dicegah agar tidak terulang lagi.
Kasus kekerasan di lembaga pendidikan agama dan keagamaan tidak bisa dibenarkan. Karena itu dibutuhkan regulasi sebagai langkah mitigasi dan antisipasi.
"Kekerasan dalam bentuk apapun dan di manapun tidak dibenarkan. Norma agama dan peraturan perundang-undangan jelas melarangnya," tutur Kiai Salam Shohib.
