Sedangkan kiai NU lainnya, Idris secara tegas melarang adanya pengurus NU yang menjual nama NU untuk memaksakan seorang tokoh menjadi kadernya. Sehingga tokoh tersebut mendapatkan label NU untuk bisa berkontestasi di gelanggang Pilpres 2024.
"Kami ingin menyampaikan ke pengurus NU. Jangan sampai ada oknum jual NU dan agama," ujarnya.
Baca Juga: Sistem Pemilu Proporsional Terbuka atau Tertutup, Golkar Jawa Timur Target 17 Kursi
lalu ulama tersebut mengatakan, pihaknya menginginkan agar ada kader asli NU yang ikut dalam pilpres nanti.
"Jangan sampai yang naturalisasi atau pendatang. Itu bahaya," tegasnya.
