Meski demikian, kenyataannya JA terus melanjutkan hubungan dengan perempuan lain, sehingga membuat Yunita merasa bahwa langkah hukum adalah satu-satunya jalan untuk mencari keadilan.
“Saya sebenarnya sudah mencoba bertahan demi keluarga kami, terutama demi anak-anak. Namun, perilakunya yang tidak berubah membuat saya tidak punya pilihan lain selain melapor ke pihak berwajib. Ini bukan hanya soal saya, tapi juga anak-anak kami yang turut menjadi korban,” tutur Yunita.
Kuasa hukum Yunita, Mardiana, turut memberikan pernyataan terkait kasus ini. Menurut Mardiana, tindakan yang dilakukan oleh JA sangat tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik.
Ia menilai bahwa perbuatan tersebut tidak hanya merusak nama baik keluarga, tetapi juga mencederai citra instansi pemerintahan yang diwakili oleh JA.
“Sebagai pejabat publik, seharusnya JA bisa menjadi contoh yang baik di masyarakat. Apa yang dilakukannya justru mencoreng nama baik keluarga dan instansi tempat dia bekerja. Kami berharap agar kasus ini diproses secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas Mardiana
