“Dari pihak yayasan waktu silaturahmi ke wali murid itu, mereka minta tolong karena punya gawe Pak Harno yang nyalon,” ujar A. Masykur, seperti dikutip dari tribunnews.com, Senin (25/11/2024).
Ia juga menambahkan bahwa setelah permintaan tersebut, beberapa murid langsung dikeluarkan.
“Awalnya satu orang, dan paginya tiga wali murid itu keluar,” lanjutnya.
Salah satu orang tua murid, Ambarwati, menceritakan bahwa ia diminta untuk memilih pasangan calon nomor urut 2 jika ingin anaknya tetap bersekolah di TK tersebut. Namun, ia menolak permintaan tersebut karena merasa hal itu bertentangan dengan pilihannya.
“Pada hari Kamis 21 November, kami didatangi Pak Joko Suryanto sama Bu Umi sama Bu Ima selaku guru anak saya TK. Lah, di situ Pak Joko bilang kalau anaknya yang sekolah di TK Darul Fiqri harus mencoblos nomor urut 02. Kalau tidak harus keluar,” ujar Ambarwati.
