“UPTD telah menyiapkan struktur operasional yang mencakup beberapa sub unit, seperti pasca panen dan pemasaran hasil, pengolahan pangan dan pakan ternak, pengolahan limbah pertanian, serta perbenihan dan kemitraan budidaya,” jelas Anwar, Minggu (3/11/2024).

Sebagai bagian dari persiapan operasional, pada tahun 2023 telah dilaksanakan serangkaian pengujian dan pelatihan operator. Anwar memastikan bahwa hasil pengujian sesuai dengan spesifikasi, dan sumber daya manusia yang ada mampu mengoperasikan mesin serta melakukan analisis kualitas jagung.

“Pengujian juga mencakup riset tentang rendeman jagung sebelum dan sesudah proses standarisasi, dengan mengikuti standar nasional (SNI), serta perhitungan biaya operasional dan potensi pendapatan asli daerah (PAD),” tambahnya.

Sejak pabrik selesai dibangun, telah ada minat dari PT Datu Nusra Agribisnis dari Kabupaten Lombok Timur, NTB. Pemkab Muna telah menyetujui kerja sama dengan perusahaan tersebut pada 16 Oktober 2023, sesuai dengan Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani pada 22 Maret 2024, dan operasi perdana dilaksanakan pada 26 Maret 2024.