Saifullah Yusuf menambahkan, jika ditemukan unsur pelanggaran organisasi, bukan tidak mungkin kelima orang tersebut akan diberhentikan dari status mereka sebagai pengurus lembaga atau banom.
Kunjungan ke Israel dianggap sangat tidak bijaksana, terutama mengingat situasi yang sedang memanas antara Israel dan Palestina. PBNU selama ini dikenal berada di barisan depan dalam mengutuk serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.
Sementara mengutip Tempo, Savic Ali, Ketua PBNU, membenarkan bahwa kelima orang tersebut adalah warga Nahdliyin, bahkan beberapa di antaranya tercatat sebagai pengurus. Ia mengaku kecewa dengan kunjungan tersebut, karena menurutnya mereka tidak memiliki kapasitas untuk menekan atau bernegosiasi dengan Israel.
Savic juga khawatir pertemuan itu akan dimanfaatkan oleh Israel untuk menunjukkan bahwa ada kalangan muslim yang mendukung mereka, yang pada akhirnya dapat melukai perasaan rakyat Palestina dan merusak citra NU di mata internasional.
Baca Juga: 6 Pekerjaan Aneh di Jepang tapi Gaji Besar, Bikin Pusing Sangking Anehnya
