"Misalnya penjual sayur berapa, penjual ikan berapa, penjual ayam berapa dan seterusnya. Setelah kita list dan kita serahkan ke Grab," terang Asnar, Jumat (10/4/2020).

Asnar menjelaskan, untuk layanan belanja online masih dalam tahap persiapan, untuk mematangkan itu PD Pasar akan kembali bertemu dengan aplikator Grab membahas persoalan teknisnya seperti apa.

"Tinggal teknis saja yang disiapkan masing-masing pihak, Senin kami ketemu lagi," tambahnya.

Baca juga: 1.130 Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19

Nantinya setelah persiapan rampung, layanan belanja online itu bisa diakses melalui aplikasi Grab.