Hasilnya, PDIP mendapat angka sebesar 25,7 persen dan berada di puncak jauh meninggalkan parpol-parpol lain. Angka ini naik sekitar 2,2 persen dari survei yang dilakukan Indikator Politik November lalu dan PDIP sendiri memiliki persentase sebesar 23,5 persen.
Adapun Partai Golkar berada di posisi dua dengan persentase 10,5 persen, disusul Gerindra di posisi tiga dengan persentase 9,5 persen. Angka ini berbalik, setelah pada survei sebelumnya Gerindra berada di posisi dua dengan persentase 11 persen, sedangkan Golkar 10,5 persen.
Partai lainnya yang masuk ke dalam posisi 10 besar antara lain Demokrat (9 persen), PKB (7,4 persen), NasDem (5,1 persen), PKS (4,4 persen), Perindo (2,8 persen), PAN (2,3 persen), dan PPP (2,1 persen). Sementara itu, delapan partai sisanya memiliki persentase di bawah 1 persen.
"PDIP saat ini cenderung menguat meski dinamikanya stagnan dalam dua tahun terakhir di kisaran 25 persen. NasDem tampak merupakan satu-satunya partai yang konsisten menguat sejak Agustus, meski landai. Sementara partai-partai lain cenderung stagnan," tulis Indikator Politik Indonesia dalam simpulan temuan surveinya.
"Dinamika dukungan terhadap PDIP tampak sangat mirip dengan tren kepuasan atas kinerja Presiden, PKS dan PKB paling bertolak belakang, sementara dengan partai lain tampak asosisiasinya lebih rendah. Penguatan PDIP tampak sangat kuat bergantung dengan tingkat kepuasan atas kinerja Presiden, jika menurun maka dukungan terhadap PDIP juga turun," lanjut Indikator Politik.
