Ana (37), pedagang lainnya yang kini menempati Pasar PKL, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, janji Pemkot Kendari hanya dilakukan secara lisan, tanpa ada perjanjian tertulis yang mengikat.

“Itu janji pemkot, hanya janji mulut, tidak ada perjanjian resmi yang tertulis. Kami merasa bodoh karena hanya mengandalkan janji lisan,” ujar Ana dengan wajah murung.

Ana juga menyampaikan keluhan tentang lahan relokasi yang sudah disediakan namun masih banyak yang kosong. Ia menyebutkan bahwa banyak pedagang yang kesulitan untuk membangun kios baru secara mandiri karena terbatasnya dana.

Baca Juga: Jadwal KMP Bahteramas Periode Desember Rute Kendari-Langara

“Seandainya pemerintah tidak hanya menyediakan lahan, tapi juga membantu membangun kios sebagai bentuk tanggung jawab, mungkin lahan yang disediakan sudah terisi semua,” kata Ana.