"Pelaku dendam terhadap orang tua korban. Karena bapak korban telah menduduki sebagai Kepala Desa. Tapi masalah mereka itu sudah lama, tentang calon-calon Kades ini. Namun pelaku itu masih dendam kepada orang tua korban hingga terjadi pembunuhan," ujarnya.
AKBP Arke Furman Ambat mengatakan, pelaku tidak ada hubungan keluarga terhadap korban. Hanya saja, pelaku dengan korban satu marga. Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan di Polres Nias Selatan.
"Hubungan keluarga tak ada. Pelaku dan korban satu marga Laia. Pelaku masih menjalani pemeriksaan, besok pagi kita paparkan lagi kepada kawan-kawan media," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 2 SD di Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut) tewas dibunuh.
Korban ditemukan oleh warga dengan tidak bernyawa. Saat ditemukan, korban telah dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke kebun warga yang tidak jauh dari rumahnya. (B)
