Selain itu, seiring dengan bertambahnya tingkat kelulusan dari berbagai tingkat pendidikan, maka diperlukan pelatihan bagi generasi muda yang akan terjun ke dunia usaha, dimana dalam situasi pandemi, pemerintah juga dituntut kreatif dalam menekan upaya angka pengangguran.
"Dengan cara mencipatakan program-program berbasis ekonomi, baik life skill atau program lainnya," jelasnya.
Baca Juga: AJP Kembali Serap Aspirasi Masyarakat di Dua Kelurahan, Drainase Masih Jadi Soal
Sementara itu, Kepala BLK Konsel, Enne Amrullah Renggaala mengungkapkan, adapun jenis pelatihan non boarding yang telah dilakukan oleh BLK Konsel adalah pengelola administrasi perkantoran, garmen apparel sub kejuruan menjahit pakaian wanita dewasa, desain grafis, dan pengelolaan hasil perikanan.
"Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 peserta sehingga total peserta pelatihan sebanyak 64 orang yang anggarannya bersumber dari DIPA BLK Kendari," ungkapnya. (B)
