KENDARI, TELISIK.ID - Maraknya pembangunan perumahan di Kota Kendari memicu protes keras dari masyarakat. Mereka menilai pembangunan perumahan mengabaikan dampak lingkungan, dan mengakibatkan banjir yang meresahkan warga.

Salah satu kawasan yang terdampak parah adalah wilayah Hombis dan Pasar Panjang, dimana banjir mencapai dada orang dewasa, membuat aktivitas warga lumpuh dan rumah-rumah tergenang air.

Yongki Ardiansyah, perwakilan dari Konsorsium Pemuda Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa sejak maraknya pembangunan perumahan di Kendari, banjir menjadi permasalahan serius bagi masyarakat. Selain genangan air, banjir juga membawa tumpukan sampah yang bercampur lumpur, berserakan di jalanan dan masuk ke rumah-rumah warga.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya perhatian dari pihak pengembang yang tidak memperhitungkan dampak lingkungan dalam proses pembangunan.

"Setelah hujan deras beberapa hari belakangan ini, sangat banyak warga yang terdampak. Khususnya di wilayah Hombis dan Pasar Panjang," ungkap Yongki kepada telisik.id, Senin (14/10/2024).