Dia juga menceritakan, bahwa desa tersebut tidak memiliki aktifitas layaknya desa pada umumnya. Memiliki lokasi dan jalan yang luas namun ditumbuhi rerumputan liar.
“Kami juga heran kenapa ada desa tapi tidak ada warganya,” bebernya.
Hal serupa juga dikemukakan Martani Mustafa, yang juga ikut dalam rombongan tersebut, dirinya mengaku pernah menanyakan hal tersebut kepada salah satu warga Desa Mosiku, Kecamatan Batuputih, Kolut, yang berdomisili di Desa Wiau.
Katanya, salah satu pelaksana desa Wiau perna menempatkan sekitar 30 warga Mosiku secara administrasi untuk berdomisili di desa Wiau dengan membuatkan KTP. Tapi sayang warga tidak pernah melihat desa tersebut.
"Akses untuk menuju ke Desa Wiau berada di pegunungan di desa Sarambu dengan mengikuti jalan yang dibuka oleh PT Tiar. Kalau perjalanan waktu yang kami tempuh pada saat itu untuk sampai ditujuan kurang lebih 11 jam,” pungkasnya.
