Lokasi itu rencananya akan diganti dengan sebuah stasiun kereta untuk mengangkut para jemaah haji atau sebuah perpustakaan baru dipersembahkan untuk menghormati Raja Abdul Aziz, pendiri Saudi saat ini.
Untuk diketahui keluarga kerajaan Saudi selama ini menganut aliran Islam Wahabi sejak keluarga al-Saud berkuasa pada abad ke-19.
Penguasa Saudi sejak lama menolak melestarikan peninggalan-peninggalan Nabi di Masjidil Haram karena beralasan dapat menimbulkan sirik terhadap Allah.
"Tempat itu adalah peninggalan terakhir dari Nabi Muhammad, yakni tempat lahir beliau, lokasi paling suci bagi umat Islam dan komunitas Syiah di seluruh dunia," kata Irfan al-Alawi, sejarawan dan direktur eksekutif Yayasan Penelitian Warisan Islam yang berdomisili di Inggris.
Sangat menyedihkan karena sebagian besar umat Islam bahkan tidak tahu lokasi itu bakal dihancurkan.
