Tjahjo mengemukakan, keputusan ini diambil setelah berkaca dari kebijakan yang diimplementasikan oleh beberapa negara maju.

Baca Juga: Berbicara di KTT G7, Jokowi Dorong Negara G7 Investasi Sektor Energi Bersih di Indonesia

Kebijakan tersebut adalah jumlah ASN yang jumlah civil servant atau pembuat kebijakan (PNS) lebih sedikit, dan jumlah government worker/public services (PPPK) lebih banyak.

"Mengacu kepada hal contoh baik tersebut, maka pemerintah Indonesia perlu mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh berbagai negara maju sebagai langkah memodernisasi birokrasi secara cepat," lanjut Tjahjo.

Tjahjo juga menyebutkan bahwa pertimbangan lain untuk tidak membuka formasi CPNS pada Seleksi CASN 2022 adalah mengenai keterbatasan waktu.